silent anger

seperti bara api dalam sebatang rokok
yang membakar daun tembakau kering di dalamnya
secara perlahan sebentuk silinder putihnya berubah jadi abu
dengan kepala merah menyala dan bayangan hitam di ujungnya
berdenyut pelan bagai mata sang iblis yang menatap nyalang
dengan urat dan pembuluh darah yang menyembul keluar
mendelik dan membakar dengan mata marahnya
melumerkan paru dengan hembusan asapnya
bara merah pun terus bergerak pasti
silinder putih semakin pendek
kemarahan dalam diam
membunuh diri
pelan-pelan

Advertisements

24 thoughts on “silent anger

  1. @noval: *menghela nafas berat… sambil menghembuskan asap…*@dyah: iya nih, ga punya asbak… bukan perokok reguler sih :P@junkr: mei… *menjawab santai sambil nyalain sebatang lagi*@prazz: gue udah stop prazz. trus mulai lagi. nanti stop lagi. trus smoking lagi. begitu seterusnya :P@yelly: gue membayangkan menyundut tangan gue sendiri dengan bara api itu…

  2. @joan: marah sama diri sendiri, jo. marah sama yang ga bisa dimarahin…@richoz: huahuahuahua… :))@brecs: puffff…@icha: butuh. biar ga berantakan nih abunya ;)@rita: pinjem pemantiknya dong… ^.^

  3. @lia: daripada dipendam, ya? jadi jerawat… *berasa ada yg salah*@joan: jadi mau gue marah sama elo? hehe.. nanti yaa kapan2… :P@ari: dengan senang hati *kumur2 dulu pake obat kumur biar mulut wangi*@fithri: hehehe… baik2 aja, mba… apa kabar juga?@nozqa: jari tangan juga ikut kebakar…

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s