A New Kind of Roller Coaster

Kebiasaan lama terulang; menelantarkan blog ini sampai berbulan-bulan nggak diisi. Terakhir posting awal bulan April. Karena sekitar pertengahan April saya mulai masuk ke wahana Roller Coaster yang baru, yang membuat saya jungkir balik berkali-kali tapi toh tetap merasakan kesenangannya. Roller Coaster yang membuat saya sedikit agak menarik diri dari dunia media sosial dan tulis menulis, karena sedang menikmati dunia baru.

rollercoaster2Dunia Start-up. A new kind of Roller Coaster – to me.

Bagaimana ceritanya saya sampai berkecimpung di dunia start-up sekarang ini? Sementara dari dulu saya termasuk orang yang lebih memilih “cara aman”; kerja, setiap bulan dapat gaji, menikmati hidup. Dengan catatan jenis pekerjaannya adalah pekerjaan yang saya senangi. Itulah mengapa saya sampai betah kerja di sebuah perusahaan sampai sebelas tahun, karena saya menyukai pekerjaannya dan lingkungan kerjanya. That simple.

Diawali dari keputusan saya untuk resign dari kantor yang telah “membesarkan” saya selama sebelas tahun itu, saya nekat bekerja di start-up berbasis IT. Alasannya mau mencoba hal baru. Mimpinya adalah membuat Augmented Reality, yang pada saat itu belum banyak yang kenal, agar dikenal banyak orang dan dipergunakan tidak hanya untuk senang-senang, tapi juga bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Tapi sayang sekali, usaha itu gagal. Setelah itu saya melanglang buana mencari kerja di tempat lain. Sambil mencari “tempat aman” baru, saya menjadi freelance, membuat buku, dan mencoba membuat usaha bareng suami.

Menjelang akhir 2014, saya sedang bekerja di sebuah perusahaan dan berencana untuk resign (karena kurang menyukai pekerjaan dan lingkungannya. That simple. Haha…), seorang teman menghubungi saya dan mengajak bergabung di start-up yang ia buat. Kami bertemu untuk melihat presentasi konsepnya. Saya tertarik, karena bidangnya adalah E-learning, bidang yang saya sukai dan cukup lama berkecimpung di sana. Tapi di lain sisi, saya juga ragu akan keberlangsungannya, mengingat kegagalan yang pernah saya alami di start-up sebelumnya.

Setelah mempertimbangkan ini-itu, ditambah lagi dengan dukungan dan keyakinan suami, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan teman saya membangun start-up tersebut. Dari situlah Roller Coaster dimulai. Baru saja dimulai. Ini adalah Roller Coaster terpanjang dan ter-ekstrim. Tantangannya adalah kita harus bertahan selama mungkin di dalamnya, jangan sampai lelah apalagi jatuh. Akan banyak titik-titik ekstrim yang akan membuat turun-naik, jungkir-balik, dan perut serasa dikocok-kocok, tapi nanti di akhir tujuan akan disuguhi pemandangan yang indah dan istana yang megah. Mengerikan sekaligus menyenangkan. It’s adrenaline rush. 

Semoga kali ini kami bisa bertahan terus hingga mencapai tujuan. Amin 🙂

 

(Image from: http://www.euclidlibrary.org/kids/tickle-your-brain/rollercoasters)

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s