#MaretMenulis 3: Kecewa

Aku mengetahui sesuatu yang membuatku kecewa. Sebuah potret yang menggambarkan betapa seseorang bisa mengecewakan temannya berkali-kali, sadar atau tidak. Bahkan sepertinya kekecewaan masa lalu itu belum cukup, sehingga kini pun ia masih sanggup untuk mengecewakan temannya kembali. Aku hanya bisa menggeleng kecewa sambil bertanya-tanya; “Oh begitu, ya? Kok bisa???”

Aku mengetahui sesuatu yang membuatku emosi. Sebuah potret yang menggambarkan betapa seseorang bisa sedemikian narsis dan ego sentris-nya hingga ia tidak menghargai perasaan temannya. Sadar atau tidak, ia seolah tidak mengakui keberadaan temannya lalu tiba-tiba memukulnya dari belakang. Aku hanya bisa menahan diri sambil berkata dalam hati; “Cukup tahu. Cukup sampai di sini!”

Aku mengetahui sesuatu yang membuatku pahit. Sebuah potret yang menggambarkan seseorang yang kita anggap teman dekat ternyata tidak menganggap kita bukanlah teman dekatnya. Sadar atau tidak, ketika kita menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada diri seseorang, itu bukan sekedar intuisi. Aku hanya bisa menghela nafas sambil menulis tentang kekecewaan ini.

Aku mengetahui sesuatu yang membuatku tersadar. Sebuah potret yang menggambarkan betapa manusia tidak bisa apa-apa tanpa seizin-Nya. Tidak ada yang bisa kita lakukan jika sesuatu itu memang bukan untuk kita. Dan sesuatu itu terjadi karena ada satu alasan. Aku hanya bisa bergumam, “Untung saja aku tidak berada di sana.”

*dalam rangka ngerapel #MaretMenulis yang terlambat 2 hari dan kaget melihat sebuah potret yang menggambarkan… ah, sudahlah…*

 

 

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s