The Conjuring: Hollywood’s Jurigs

the-conjuring (Mobile)Penasaran dengan film The Conjuring yang ramai dibicarakan di sosial media, dan melihat ratingnya lumayan tinggi di IMDB, akhirnya saya dan suami nonton film itu. Kalau baca sinopsisnya sih kelihatannya film horor klise, ya… Satu keluarga pindah ke rumah baru, ternyata rumah itu berhantu, lalu satu atau beberapa anggota keluarga kerasukan setan, dan seterusnya dan seterusnya. Dengan plot seperti itu, film ini berpotensi membosankan. Apalagi malam sebelumnya kami nonton film horor juga yang bertema sama. Baru 10 menit pertama saya udah ketiduran gara-gara kebosanan. Nah, jadi apa yang bikin The Conjuring ini begitu menarik? Makanya kami ingin tau…

Yaa seperti yang udah kami duga, film ini seperti kebanyakan film horor & exorcism ala Hollywood. Meski memakai “template” yang itu-itu aja, tapi kami akui kemasan film ini lebih lumayan bagus ketimbang beberapa film sejenis yang pernah kami tonton. Masih ada nilai estetika-nya lah, meski gak berhasil menakut-nakuti kami. Malah menurut suami, itu film gak seram sama sekali, masih lebih seram film Suzanna; Beranak dalam Kubur. Bahaha… Ya iya siihh… Kalo saya bilang, Suzanna lebih seram karena dia hantu lokal, rasanya dia lebih menghantui karena lebih “dekat” 😀

Memang, level seramnya suatu film horor itu bagi orang itu beda2. Sama kek makanan pedas, level pedas bagi tiap orang juga beda2 😀

Saya nggak akan bikin review filmnya terus, yang saya mau ceritain adalah sisi lain dari pengalaman kami nonton The Conjuring kemarin. Selagi kami nunggu di lobi bioskop, saya melihat ada anak kecil (sekitar 2 tahun) yang wara-wiri di dekat saya. Dalam hati saya bertanya-tanya ni anak mau diajak nonton apaan sama ortunya? Padahal nggak ada film anak2 saat itu, yang ada cuma The Conjuring dan The Wolverine. Dua2nya bukan tontonan anak2!

Ternyata begitu masuk ke dalam teaternya, mereka juga masuk. Ajegile anak sepiyik gitu diajak nonton film horor! Apa gak kasian ya tuh ortunya kalo anaknya ketakutan?? Saya nggak abis pikir…

Ketika film berlangsung, rasanya saya nggak mendengar si anak itu jejeritan atau nangis. Beberapa kali saya mencari2 suara anak kecil yang ketakutan di tempat mereka duduk, tapi gak ada. Entah suaranya teredam suara film yang membahana ke seantero ruangan atau memang anak itu kalem2 aja. Atau mungkin dibius sama emaknya biar diem? *eh?*

Sementara itu suami ternyata malah merasa terganggu dengan orang yang duduk di sebelahnya; seorang cowok berbadan kekar, berkulit putih bersih, dan bertato, jejeritan ketakutan dari awal film sampe akhir. Sampe ceweknya berusaha menenangkan dia. Hahh??!!!

nontonHoror1-01

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s