Kata-Kata adalah Doa

Kemarin salah satu mantan rekan kerja sekaligus teman dekat saya, Chitra, melahirkan anak pertamanya, seorang bayi perempuan cantik yang diberi nama Cherin Almira Yulicia. Bagus ya, namanya? 😉 (Selamat buat Chitra & Agus… Selamat datang ke dunia, Cheriiin! ^_^)

Jadi ingat, dulu secara terpisah kami pernah berangan-angan menamai anak perempuan kami “Callista” yang di-feminin-kan dari nama “Callisto”. Kami sama sekali nggak nyangka waktu ngobrol-ngobrol soal nama itu ternyata kami punya keinginan yang sama. Tapi bedanya, kalo Chitra mengambil nama Callisto dari salah satu tokoh di film Xena – Warrior Princess, kalo saya ambil dari mitologi Yunani dan satelit-nya planet Jupiter.

Tapi ya itu kan hanya angan-angan aja, pada kenyataannya nanti belum tentu namain anak dengan nama itu. Pertimbangannya pasti banyak. Buktinya sekarang teman saya itu namain anaknya Cherin, kan? Lebih bagus daripada Callista 😉

05Ngomong-ngomong soal Chitra ini, dulu saya dan dia sempat sering dianggap anak kembar. Padahal bagi kami wajah kami nggak mirip sama sekali. Selain itu, beda umur kami juga jauh banget, dia lebih muda 8 tahun! Kembar dari mana itu coba? 😛 Tapi mungkin penampilan kami yang sedikit banyak  ada kesamaannya, makanya sering dituduh kembar. Bukan dikira adek-kakak lagi, tapi kembaran. Sampe dulu ada mbak2 yang rada “ngotot” kalo kami kembar, padahal udah dibilang bukan. Sotoy deh, mba :p

(Foto tahun 2009)

Tapi emang rada ajaib sih saya dan Chitra ini. Bukan cuma selera berpakaian dan musik yang sama, sampe pengen namain anak aja bisa sama. Tapi ada lagi yang lebih ajaib…

Dulu, saya sering becandain dia, “Jangan merit duluan sebelum gue, ya? Bosen gue keduluan terus.” Well, becanda sih, tapi ngarep sebenernya. Haha… Meski pada akhirnya, kira-kira menjelang akhir 2011, dia bilang ke saya kalau tahun depan (2012) dia mau menikah dan “minta izin” ke saya mau nikah “duluan”. Tentu saja saya senang mendengarnya. Nggak ada kecewa atau sedih (ya galau dikit ada lah, kan manusia biasa. Hehe…), yang pasti saya ikut bahagia kalo teman bahagia.

Dengan bercanda juga saya bilang, “Ya udah elo duluan nggak apa2. Nanti gue nyusul, nggak jauh dari elo. Minggu depannya, kek. Bulan depannya, kek…”

Spontan Chitra langsung bilang, “Aamiin!”. Padahal waktu itu saya lagi jomblo.

IMG_3468 (Custom)Saya antusias hadir dan mengikuti prosesi akad nikahnya bersama 2 teman perempuan yang juga teman dekat dan mantan teman sekantor, di pagi hari di tanggal 10 Juni 2012. Ketika prosesi selesai, pasangan pengantin telah sah menjadi suami-istri, para tamu pun bersalaman. Ketika saya menyalami dia dan kami berpelukan, dia berbisik di telinga saya, “Tahun depan, ya, Cuy…” dan saya menjawab, “Aamiin!”

Pada saat itu saya merasakan ada setitik air merembes ke sudut mata saya. Tapi langsung saya tepis, karena hari itu hari bahagia. Nggak boleh ada yang galau 😀 Apalagi ketika resepsinya, saya bertemu dengan bekas teman-teman kantor lain. Jadi semacam reuni.

Siapa sangka, setahun kemudian, lebih tepatnya 1 tahun kurang 1 hari, tanggal 9 Juni 2013, saya menikah. Benar2 nggak jauh dari tanggal menikahnya Chitra, kan? Ajaib, kan? 😀 Sampai kebaya untuk akad yang saya pakai pun sama dengan kebaya yang Chitra pakai untuk akad nikahnya setahun yang lalu. Gara-gara kebaya yang saya beli kebesaran dan susah dikecilin, Chitra menawarkan kebayanya untuk saya pakai. Jadilah saya pakai kebayanya ^_^

IMG_3431 (Custom)  13

IMG_7198 (Medium)Saya sempat khawatir Chitra nggak bisa hadir di pernikahan saya karena usia kehamilannya sudah memasuki fase “tinggal menunggu hari”. Tapi alhamdulillah dia bisa datang, meski dengan perut yang sudah membesar dan agak “turun”. Pasti berat banget itu, tapi dia bela-belain datang. I love you full, Chitz :*

Kadang saya masih merasa takjub sendiri kalau sekarang saya udah menikah. Nggak nyangka sama sekali. Ketika selesai akad nikah Chitra bilang “Tahun depan ya, Cuy…” itu saya tertawa menyembunyikan kegalauan saya. Dalam hati saya bertanya-tanya, “tahun depan gue sama siapaaa??? Hahaha” *ketawa miris*

Cuma Allah yang tahu jawabannya. Allah udah punya rencana buat saya. Allah tahu yang terbaik buat saya. Siapa sangka, kata-kata yang seolah bercandaan itu ternyata doa. Mungkin saat itu malaikat-malaikat mendengar dan mengamininya. Akhirnya saya pun bertemu dengan jodoh saya dan menikah. Alhamdulillah…

Jadi, tahun depan giliran Mba Tiyas nikah, ya? Insya Allah. Aamiin… ^_^

* Sepertinya saya akan membuat postingan serupa, semacam tribut untuk orang2 yang sangat berpengaruh dalam pernikahan saya. Pertama untuk Chitra, ‘kembaran’ yang kata-katanya adalah doa; kedua, untuk Maya, yang mengenalkan saya dengan Adit; ketiga, untuk Mba Fifi, sang perias yang berhasil membuat saya beda banget di hari pernikahan saya. Mudah2an mood nulisnya ada terus 😀

Advertisements

5 thoughts on “Kata-Kata adalah Doa

  1. hik..hik… jadi terharu…
    Jadi sebaiknya kita selalu berkata yang baik2 ya, apalagi anak istri, saudara dan orang2 dekat,

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s