Kontemplasi

Wih, udah lama juga ya saya nggak posting blog. Terakhir postingan saya bulan Februari, tentang keluhan – atau lebih tepatnya pertanyaan – saya buat Indosat. Tapi apakah ada kelanjutannya? Nihil, saudara-saudara. Memang sih saya nggak posting di surat pembaca atau media yang lebih terkenal, jadi mungkin pihak Indosat juga nggak tahu kalo ada user-nya yang mengeluh. Ya sudahlah… ikhlasin aja 😀

contemplateBanyak peristiwa yang terjadi dalam hidup saya beberapa bulan terakhir ini. Roda kehidupan itu memang ada, dan ia benar-benar berputar. Posisi masing-masing individu kadang ada di atas, kadang di bawah. Kadang jalannya mulus, kadang jalannya rusak dan membuat kita terantuk-antuk. Kalo yang beruntung, mereka berada di titik sumbu atau di dekatnya, sehingga lebih aman dan stabil.

Apa yang kita sudah rencanakan dan usahakan, belum tentu membuahkan hasil seperti yang kita bayangkan. Kadang kenyataan berbanding terbalik dan membuat kita jungkir balik. Reality bites, for sure. Tapi bagaimanapun juga, sebagai manusia yang berakal, kita harus bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa buruk yang menimpa kita. Selama kita diberi kesempatan untuk tetap hidup, kita harus tetap berusaha jadi lebih baik. Nggak perlu menyesali keputusan atau tindakan kita sebelumnya. Nggak ada yang mau gagal. Yang ada cuma nasib buruk. Itu yang harus diperbaiki.

Setiap orang nasibnya beda-beda. Ada yang dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkannya, sementara orang lain harus berjuang keras untuk mendapatkannya, bahkan kadang harus mengalami kegagalan dulu. Namanya juga proses.

Apapun yang sudah kita dapat – atau yang hilang dari kita – bagaimanapun juga harus tetap disyukuri. Ada tangan yang berkekuatan lebih besar yang mengatur hidup kita, dan Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Siapa tahu Dia menyiapkan sesuatu yang lebih baik daripada kondisi kita sekarang. “Di balik kesukaran, ada kemudahan.”

Mungkin saya dulu sempat bersikap arogan dan serakah inginkan banyak hal, jadi saya diperingatkan agar lebih “down to earth”. Masih untung nggak semuanya dihilangkan, Allah masih berbaik hati memberikan saya satu hal saja. Mungkin itu yang paling berarti dan saya butuhkan untuk saat ini, lebih dari apapun.

Nggak beruntung di satu hal, Insya Allah beruntung di hal lain 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Kontemplasi

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s