The Dark Knight Rises – aaaand Falls

Antara hype dan ekspektasi kadang tidak berbanding lurus dan tidak sebangun. Itu yang saya rasakan ketika nonton film Batman ketiga; The Dark Knight Rises.

Hype film ini begitu tinggi, bahkan mulai beberapa hari sebelum pemutaran perdananya. Apalagi begitu film ini sudah tayang. Banyak yang bilang film ini keren banget, sampai-sampai ada yang bilang TDKR mengalahkan sebuah film superhero lain. Beberapa hari sejak tayang perdana, linimasa twitter ramai membicarakan TDKR, yang intinya film ini epic. Sebuah aji pamungkas yang memuaskan dari trilogi Batman hasil karya Christopher Nolan.

Dari situ ekspektasi saya jadi tinggi, membayangkan film itu sekeren atau lebih keren dari film Batman sebelumnya; The Dark Knight, dengan Joker-nya yang gila. Tapi begitu saya nonton, saya kecewa. Musuhnya tidak ada yang segila Joker. Bane terlihat seperti orang biasa yang memakai topeng gas, berorasi dengan coat-nya yang stylish. Seharusnya Bane jauh lebih sangar daripada itu. Dan banyak lagi beberapa tokoh, adegan, dialog, dll yang bikin saya terganggu. Sepanjang film saya mencari di mana hebat-nya film ini, kok biasa aja… Bahkan di beberapa scene saya sempet ketiduran karena merasa bosan. Film yang benar-benar bagus adalah bisa membuat penontonnya terjaga meski durasinya lama, kan?

Ketika film selesai, penonton sebioskop bertepuk tangan tanda puas. Sementara saya malah merasa bertepuk sebelah tangan *eh*. Saya malah mengerutkan kening, “Segini doang?”. Dan ketika keluar dari bioskop, saya misuh-misuh; “Kok Batmannya begini? Kok si itu begitu? blablabla..” Entahlah, mungkin saya yang ga gampang terkesan dengan sesuatu, atau memang film ini kurang berkesan. Mungkin saya yang aneh, karena kalo dilihat dari review-nya, di mana-mana TDKR mendapat nilai bagus, banyak bintang, serta pujian di sana sini. Sementara saya malah kecewa. Bagi saya, TDKR kurang ‘dark’ dan kurang gokil = ga keren. Makanya saya sempat enggan nulis review, karena takut dikeroyok penggemarnya. Haha…

Tapi pagi ini saya baca twitter Aditya Saputra, saya merasa lega, ada juga yang berpikiran sama. Jadi ga takut kalo diserang massa, ada temennya. Hehe.. πŸ˜›

Mengutip kata-katanya Adit, untuk sekualitas Nolan, seharusnya TDKR bisa lebih bagus daripada ini. Bukan cuma sekedar membuat banyak ledakan. Joker aja yang ‘guyon’ bisa dibuat jadi mengerikan, seharusnya Bane juga bisa dibuat lebih sadis lagi. Joker itu puncaknya Nolan. Mana kepikir coba bikin poster menampilkan villain. Plus tagline yang memorable: “Why so serious?” dan kalimat yang epic, “Wanna know how I got these scars?”

Ahh, I miss Joker…

images taken from:

batman.wikia.com,Β themarysue.com, listal.com,Β batman.wikia.com

Advertisements

10 thoughts on “The Dark Knight Rises – aaaand Falls

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s