Sang Waktu

Sang waktu bergulir pada kecepatan konstan
Menggilas beling dan duri di atas jalan
Menggerus kerikil dan melumat bebatuan
Meski terluka, sang waktu tetap maju perlahan
Tak bisa dimundurkan, tak bisa putar haluan
Tetap bergerak ke depan
Meninggalkan segala yang sudah ditinggalkan
Letih dan tertatih, melaju pelan-pelan
Mendekati ujung jalan…

*Sebuah puisi lama – 2006. Diposting kembali demi @novikresna dan project #Postkartraveler2012-nya 🙂

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s