Nasib Pejalan Kaki di Jakarta dan Sekitarnya

Minggu lalu kita dikejutkan oleh berita tentang sebuah kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang dan melukai 3 orang lainnya. Semua korban adalah pejalan kaki yang sedang berada di trotoar dan sekitar halte, tempat yang seharusnya aman bagi para pejalan kaki. Si pengendara mobil ternyata sedang mabuk dan mengantuk berat ketika mengendarai mobilnya, hingga tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik dan menyebabkan kecelakaan.

Segala hujatan dan caci maki pun beredar ditujukan untuk si pelaku. Dari hujatan yang masih masuk akal sampai cacian fisik yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian, juga gambar-gambar yang menurut saya tidak pantas karena jadi bahan lelucon yang tidak lucu untuk sebuah kejadian maut, beredar di internet. Intinya, nyaris semua orang mengarahkan telunjuknya kepada si pengemudi yang memang jelas bersalah itu dengan berbagai cara.

Tapi saya tergelitik untuk bertanya balik kepada para pengemudi kendaraan, mobil, motor, angkot, bis, dll, baik yang bersikap netral atau menghujat, apakah kalian sudah bersikap baik kepada para pejalan kaki?

Saya rasa bukan hanya pengendara mabuk yang menjadi ancaman para pejalan kaki, terutama di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga pengendara yang dalam keadaan sadar sekalipun.

Berapa sering kita melihat pengendara motor dan mobil yang tetap ngebut ketika melewati zebra cross padahal para pejalan kaki sudah memberi tangan sebagai tanda ingin menyeberang? Kalaupun ada 1-2 mobil yang berhenti, kadang masih saja ada motor yang jalan terus, bahkan mempercepat lajunya, meliuk-liuk menghindari kendaraan lain dan tetap melewati para pejalan kaki yang sedang menyeberang di tengah jalan. Apakah mereka sedang mabuk? Tidak, kan? Atau terlalu terburu-buru? Apakah melambatkan kendaraan begitu merepotkan? Bandingkan bagaimana repotnya pejalan kaki yang ingin menyeberang di antara deru kendaran yang tidak mau berhenti, padahal mereka juga ada keperluan di seberang sana. Sementara mereka ingin menyeberang di tempat yang memang disediakan untuk menyeberang, bukan tempat sembarangan. Zebra cross adalah hak para pejalan kaki untuk menyeberang.

Seberapa sering kita melihat pengendara motor yang asik ber-SMS-ria sambil tetap menjalankan motornya di pinggir jalan? Bisa saja dia menyenggol pejalan kaki yang sedang berada di pinggir jalan karena tidak konsentrasi. Berapa banyak pengendara motor yang naik ke trotoar jika sedang macet dan malah mengklakson pejalan kaki yang sedang berjalan di sana? Kalau ditegur, malah lebih galak.

Nasib pejalan kaki di Jakarta dan sekitarnya memang memprihatinkan. Jika berjalan di trotoar, kondisi trotoar yang sempit dan berantakan, ada yang dipakai oleh pedagang atau lahan parkir, sering juga diambil oleh pengendara motor yang arogan. Memang tidak semua trotoar di Jakarta dan sekitarnya seperti itu. Ada juga trotoar yang luas dan nyaman untuk berjalan kaki, tanpa pedagang, lahan parkir, dan pengendara motor.

Kejadian pejalan kaki tertabrak oleh motor atau mobil atau kendaraan lain bukan hanya terjadi di Tugu Tani. Sudah banyak kejadian seperti itu sebelumnya, baik yang terekspos atau tidak. Namun karena kejadian Tugu Tani itu memakan banyak korban, kejadian seperti ini jadi lebih disorot. Di balik duka semua korban kecelakaan Tugu Tani (semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan memberi mereka tempat terbaik di sisiNya, serta keluarga mereka diberi ketabahan. Amiin..), pasti ada hikmah yang bisa diambil.

Salah satu hikmahnya adalah kini pemprov DKI Jakarta jadi lebih memperhatikan pejalan kaki, membenahi dan mengembalikan fungsi trotoar agar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para pejalan kaki. Semoga pembenahan ini tidak hanya sementara, tapi juga konsisten dan berlaku untuk selamanya. Dan semoga para pengendara kendaraan juga jadi lebih baik terhadap para pejalan kaki. Intinya, saling menghormati sesama pengguna jalan.

 

(image taken from http://www.pedestriansigns.com)

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s