Rindu Hotel Seribu Bintang

Hotel Seribu Bintang adalah istilah saya untuk pantai di malam hari, khususnya pantai Kuta, Bali. Hotel di mana alas tidurnya adalah pasir, dindingnya adalah langit, dan bintang sebagai lampu hiasnya. Sementara di depan ada pertunjukan musik orkestra; ombak menderu dengan suaranya yang menggelegar, diterangi oleh spotlight sinar bulan berwarna keperakan. Sebuah konser alam di panggung semesta yang menakjubkan.

Saya merebahkan diri di atas pasir dan melihat langit secara vertikal. Sekelompok besar bintang terlihat seolah melayang di udara dan pelan-pelan bergerak memutar. Jumlahnya banyak, seperti plankton di lautan. Jika saya memandang mereka lama, sepertinya saya dapat merasakan bumi bergerak dalam gerakan lambat, berputar pada porosnya. Bagaimana tidak, saya sedang bertatapan langsung dengan luar angkasa.

Dan sekarang saya sangat merindukan semua itu…

Advertisements

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s