kontemplasi awal tahun

semalem saya liat ripley’s believe it or not, ada cewe cacat, kedua tangannya cuma smp sebatas siku, kedua kakinya cuma paha doang, berhasil memecahkan rekor berenang di danau (atau laut ya? lupa..) yg airnya dingin banget sepanjang 12 mil. ada perjanjian antara dia & pelatih, bahwa jangan biarkan dia menyerah meski dia memohon2 kecuali kalo nyawanya dlm bahaya.

kurang dari 1 mil lagi, tu cewe nangis2 pengen nyerah, katanya ga kuat. pelatihnya ttp kekeh ngedampingin & kasih semangat. pun org2 yg nonton di sekitar situ, ngasih semangat. gimana pun dia nangis minta diangkat ke perahu, dia bilang kena hypothermia, ga kuat lagi, dll, pelatihnya tetep nyuruh dia berenang. kata2 penyemangat dari pelatih & semua org di situ bikin dia ttp berenang, meski sambil nangis…

dan dia berhasil! sebuah rekor yg blm tentu bisa dicapai oleh orang normal. tapi seorang cacat spt dia bisa melakukannya (rock)

naik ke daratan, dia disambut pelukan dan handuk yg banyak & tebel2, lgsg diperiksa sama paramedis. sampe skrg dia masih sehat wal afiat. ketika diwawancara, dia bilang begini:

“saya sangat berterimakasih kpd pelatih saya, yg nggak membiarkan saya menyerah. dia tau kemampuan saya. dia bilang setiap saya bilang saya ga kuat & mau nyerah, tapi tangan saya tetap mengayun ke depan. hati kecil saya tetap mau berenang. itu yg membuatnya yakin saya bisa melakukannya sampai selesai. dan dia benar…”

sangat inspiratif.

kalau diimplementasikan ke kehidupan kita, sebenernya ga jauh beda. masalah yang kita hadapi adalah ujian dari Tuhan. dan yg seperti kita tau, Tuhan ga akan menguji seseorang yg faktor kesulitannya melebihi kemampuan orang itu. Dia memberi kita masalah untuk menguji kemampuan kita utk bertahan dan menyelesaikan masalah.

Tuhan adalah pelatih kita. He knows that we can make it.

dan orang2 di sekitar yang memberi semangat adalah teman2 kita, yang membuat hidup kita lebih meriah dan terasa lebih ringan, meski hanya sementara atau cuma sesaat aja. teman hanya bisa mendampingi dari jauh atau membantu sebisa mereka. masalah itu tetap kita hadapi sendiri. tapi hidup akan lebih berat lagi kalo ga ada mereka ^_^

selain itu, bagi saya.. musik cadas, internet, sosial media, dan gadget juga menjadi penyokong hidup, pemberi semangat, dan membuat hidup menjadi lebih hidup.

yeah!!! m/

Advertisements

4 thoughts on “kontemplasi awal tahun

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s