tentang jodoh

Sebenarnya saya aga2 males kalo ngebahas soal yang satu ini. Hehe… Tapi berhubung saya baru mendapat pencerahan dari seorang kakek di daerah Kulon, saya mau berbagi dengan kalian, khususnya yang masih single & sedang dalam masa pencarian 😉

Si kakek ngomongnya dalam bahasa Sunda dan jauh lebih singkat dari apa yang akan saya tulis ini. Dari situ saya mencoba utk mencerna kata2nya dan menyimpulkan maksudnya. Dan inilah hasil kontemplasi saya…
Jodoh di tangan Tuhan, kita semua tahu itu. Sama halnya dengan rezeki dan kematian, itu rahasia Tuhan. Selama ini kebanyakan orang menginterpretasikan kalimat “jodoh di tangan Tuhan” itu mengarah pada subjek; seseorang atau siapa. Nggak salah sih… Cuma ternyata, ada satu hal lagi yang sering kita lupakan, yaitu waktu.
Saya akan menganalogikannya dengan kematian. Nggak ada yang tahu kapan kita akan mati atau seseorang akan mati. Seseorang yang divonis kanker dan diperkirakan umurnya hanya tinggal 2-6 bulan, ternyata masih bisa hidup sampai bertahun2 kemudian – meski penyakitnya tetap ada, sering kambuh2an, badan lemah, dan ia harus sering berobat. Sementara seseorang dengan badan sehat, mengendarai kendaraan dengan gagah, tiba2 tertabrak kendaraan lain, mati di tempat. Atau seorang balita yang baru berumur 1 tahun, meninggal dunia karena sakit, sementara kakeknya yang udah tua renta ikut menyolatkan mayat bayi itu dan ikut mengantar jenazah ke pemakaman. Ironis dan miris, bukan?
Setiap orang punya takdir sendiri2, apakah ia akan mati muda atau mati tua. Sama halnya dengan jodoh, setiap orang sudah ditakdirkan akan menikah muda atau menikah dalam usia yg relatif nggak muda lagi. Ada orang yang jodohnya dekat, ada juga yang jauh. Dekat atau jauh ini ternyata bukan jarak, melainkan waktu.
Ada orang yang terlihat begitu mudah mendapatkan jodohnya; bertemu dengan seseorang, cocok, langsung menikah. Ada juga yang mengalami kesulitan sedikit; 2-3 kali pacaran dulu, baru bertemu dengan yang cocok, lalu menikah. Bahkan ada orang yang harus mengalami masa kepahitan yang panjang; beberapa kali mencoba utk berhubungan serius tapi belum juga ketemu yang cocok sampai sekarang. Tapi itu belum seberapa. Masih ada lagi beberapa tingkat ‘kesulitan’ lagi yang jauh lebih ‘pahit’ dialami oleh orang lain yang belum menemukan pasangannya. Jika mendengar cerita orang2 yg seperti itu, saya merasa bahwa saya masih beruntung.
Yap, saya masih beruntung… punya orang tua yang sabar, ga memaksa saya utk buru2 menikah, meski kadang mereka bilang ke saya tentang bagaimana mereka senewen kalo di undangan pernikahan ada yang tanya kapan anak keduanya nikah. Saya masih beruntung, punya pekerjaan yang saya sukai, sehingga saya bisa menikmati pekerjaan saya dan gak gampang stres. Saya masih beruntung punya teman2 yang bisa diajak tukar pikiran, diskusi yang menambah wawasan, tapi tetap bisa having fun. Saya masih beruntung punya beberapa teman lelaki yang bisa saya culik sewaktu2 utk menjadi partner ke sebuah undangan atau utk sekedar casual date. Saya beruntung pernah beberapa kali pacaran, meskipun akhirnya gagal tapi setidaknya saya jadi lebih tau sifat2 orang dan bagaimana menyikapinya. Saya beruntung karena masih banyak lagi hal yang membuat saya merasa masih jauh beruntung dibandingkan yang lain…
Selama kita hidup, kita harus mengisinya dengan hal2 baik & positif. Jadi ketika kita mati, kita punya bekal utk akhirat nanti. Begitu juga dalam dunia percintaan, kita harus tetap berpikir positif dan terus memperbaiki diri, supaya nanti kelak jika tiba saatnya, kita sudah menjadi seseorang yang baik untuk (calon) pasangan kita itu.
For all this time, it’s just a matter of time. Indeed.
So for all the single fellas, don’t give up your hope. Your right one is out there somewhere. Keep looking, keep trying, keep praying, keep believing, keep positive thinking, and keep cool. Happy hunting & good luck
Advertisements

23 thoughts on “tentang jodoh

  1. greyskymorning said: kita harus tetap berpikir positif dan terus memperbaiki diri, supaya nanti kelak jika tiba saatnya, kita sudah menjadi seseorang yang baik untuk (calon) pasangan kita itu.For all this time, it’s just a matter of time. In deed. So for all the single fellas, don’t give up your hope. Your right one is out there somewhere. Keep looking, keep trying, keep praying, keep believing, keep positive thinking, and keep cool. Happy hunting & good luck

    huhuhu.. ko gue teary yah bacanya.. ini mengharukan sekaliii.. amiiin.. yes, it is just a matter of time indeed.. btw, miss you sis! 🙂

  2. greyskymorning said: miss you too, darliiingg… ketemuan lagi yuuukkk.. 😉

    mawwww!! ayo doong.. sama bro galih dan yani.. dan lain2nyaa… huhuhu..

  3. rinita said: Waaaahhh…kamu dewasa sekali….*standing applause*

    hehehehe.. thanks mba.. percuma dong udah umur segini tapi blm dewasa2..*halah :Pthanks to the old man from Kulon.. he opened up my eyes 🙂

  4. srisariningdiyah said: orang2 usil yang suka nanya itu kan ga ngerti soal itu… waktu / jadwal kita di dunia…

    hahaha yak betul.. mereka cuma merasa tau ttg kita & menggeneralisir penilaian.. mrk pikir kita lupa umur, pemilih, ngejar karir, terlalu menikmati kesendirian, blablabla… pdhal semua itu kan masalah waktu/schedule..

  5. @ella: u’re welcome, ella. thanks :)@omhanif: iya, om.. ada yg memang ditakdirkan utk menemui ajalnya lebih dulu drpd jodohnya…tapi sbg manusia biasa, maunya ketemu jodoh selagi masih hidup :)@ari: betulbetulbetul ^_^ etapi kalo ternyata masuk neraka, gimana? :P@yelli: hehe.. iyah..jawaban yg bagus. kalo ditanya2 lagi, bilang aja: “saya bukan Tuhan yg bisa mengabulkan semua permohonan saya sendiri” ^_^

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s