open mind, please…

The mind is like a parachute – it works only when it is open.
(Frank Zappa)

Seorang kolega menyalahgunakan wewenang dan kepercayaan yang telah diberikan sehingga merugikan orang banyak. Entah sejak kapan hal itu berlangsung, baru-baru ini sepak terjangnya mulai terbongkar. Ketika ditelusuri lebih lanjut, makin banyak kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan sehubungan dengan kasus tersebut, dan dari bukti-bukti itu terlihat bahwa hal itu sudah berlangsung cukup lama.

Situasi mulai memanas, dua kubu mulai terbentuk. Kubu pertama adalah orang-orang yang merasa dirugikan dan akhirnya menyelidiki hal ini. Kubu ini mempertanyakan laporan yang jelas dan transparan, serta meminta pertanggung jawaban sesuai dengan aturan yang berlaku. Kubu kedua adalah orang-orang yang merasa dituduh dan dipojokkan dengan adanya penyelidikan dan pertanyaan yang diajukan. Kubu ini merasa kubu pertama terlalu berlebihan dalam menanggapi masalah ini.

Kubu pertama merasa tidaklah berlebihan jika mereka meminta hak mereka dan mempertanyakan hal-hal janggal yang mereka temukan. Namun karena tidak ada jawaban dan penjelasan dari kubu kedua, tanpa direncanakan dan tanpa sengaja, masalah ini diketahui oleh pihak lain yang lebih berkuasa. Karena akan diaudit, kubu kedua mulai terlihat ketakutan. Beberapa orang di antaranya bersikap tidak ramah pada orang-orang di kubu pertama.

Kenapa harus takut jika tidak bersalah? Kenapa harus menyembunyikan sesuatu jika memang hal itu bukan masalah? Kenapa harus berubah sikap jika memang tidak ada apa-apa? Kenapa hanya memikirkan orang-orang yang terdekat tapi seakan tidak peduli dengan orang lain?

Kalau anda memang orang baik, tunjukkan itikad baik dan sikap yang baik. Jangan hanya baik dengan orang-orang tertentu saja, tapi bersikap baiklah dengan orang lain juga. Kalau anda merasa benar, buktikan kalau anda benar nanti kami yang akan minta maaf. Kalau memang melakukan kesalahan, minta maaflah dan pertanggung jawabkan perbuatan anda. Jangan lantas bersikap dingin atau memusuhi orang yang ‘membongkar’ kedok anda. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Katanya semua mau diselesaikan bersama secara baik-baik, maka mari kita lakukan hal itu secara dewasa, bukan seperti anak kecil yang main musuh-musuhan begitu. Please deh…

Advertisements

7 thoughts on “open mind, please…

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s