ayah yang tegar itu telah pergi

Rasanya baru kemarin kita dikejutkan oleh peristiwa pemboman di kawasan Mega Kuningan yang membuat banyak keluarga kehilangan anggota keluarganya. Salah satunya adalah Evert Mocodompis, yang kebetulan adalah kakak dari teman kantor saya. Dari banyak media, kita tahu bagaimana kisahnya dan latar belakang keluarganya. Mulai dari sang ayah yang mencarinya di sekitar kejadian selama berhari-hari sampai akhirnya Evert ditemukan sudah tak bernyawa, lalu tentang istrinya yang melahirkan anak kedua hanya satu hari setelah kejadian, dan bagaimana peristiwa itu membuat teman saya, Jefri, menjadi anak tunggal dari orang tuanya yang sebelumnya berjumlah 4 bersaudara. Orang tua itu telah kehilangan 3 orang anaknya, mendahului mereka. Saya masih ingat betul ketika berkunjung ke rumahnya, melihat sang ayah, om Victor, berusaha tegar duduk di depan jenazah anaknya menyalami tamu-tamu yang datang dengan hiasan senyum di wajah letihnya.

Beberapa hari terakhir ini, kesehatan om Victor menurun. Beliau harus dirawat di rumah sakit karena tekanan darahnya naik, gula darahnya pun naik. Terakhir kami dengar kabar beliau harus dirawat di ruang ICU, dan kami pun berencana menjenguk beliau. Tapi belum sempat kami jenguk, pagi-pagi sekali saya medapat kabar bahwa beliau meninggal dunia (Selasa, 9 Maret 2010).
Beberapa perwakilan dari kantor, terutama teman satu divisi dengan Jefri, datang ke rumah duka di kawasan Ciledug. Kami melihat om Victor terbaring di ruang depan. Tidak ada lagi senyum ramah yang menyambut kami seperti 7 bulan lalu di depan peti jenazah bang Evert. Sang ibu menyambut kami dengan wajah sembab, menahan tangis, namun beberapa saat kemudian tangisnya pecah dan histeris. Beberapa orang kemudian dengan susah payah berusaha menenangkannya.
Sungguh berat cobaan yang menimpa keluarga itu. Belum sampai setahun kehilangan seorang anggota keluarga dalam peristiwa tragis, kini mereka harus kehilangan lagi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…
Saya membayangkan sang ayah sekarang sudah berkumpul dengan 3 buah hatinya di atas sana, sedang tersenyum.
Rest in peace, om Victor… GBU & your family…
Advertisements

7 thoughts on “ayah yang tegar itu telah pergi

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s