apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?

Saya menelusuri jembatan penyeberangan di kawasan perkantoran yang di kiri-kanan jalannya terdapat gedung-gedung tinggi yang megah. Sementara di bawah sana deretan mobil tengah terjebak kemacetan, sebagian besar mobil mewah. Di depan saya, di pinggir jembatan itu, tergeletak seorang anak kecil, umurnya mungkin sekitar 1 tahun, memakai sweater pink lusuh dan kepalanya ditutup hood dari sweaternya, tertidur pulas di samping seorang wanita yang entah itu ibu kandungnya atau bukan. Wanita itu juga tidur, tubuhnya membelakangi pagar pembatas jembatan, menghadap ke anak yang tangannya agak menjuntai ke tengah, sementara orang berjalan lalu lalang di atas jembatan penyeberangan itu, memakai baju kerja dan sepatu yang bagus.

Beberapa langkah dari mereka, tergeletak tubuh mungil lainnya. Seorang anak perempuan berambut keriting berumur sekitar 2 tahun, tidur sendirian tanpa ada yang menjaganya. Tubuhnya terlentang dan dekat dengan pagar pembatas jembatan. Saya langsung teringat pada keponakan saya yang berumur 2,5 tahun, yang juga berambut keriting, pasti dia sedang tidur dengan nyaman di kamarnya di atas kasur yang empuk.

Pemandangan pertama membuat saya miris, pemandangan kedua membuat saya marah. Marah pada diri sendiri karena tidak tahu harus bagaimana dan tidak bisa berbuat apa-apa. Anak sekecil itu seharusnya di rumah, tidur dengan nyaman di atas kasur dan berada di samping ibunya yang memeluknya dengan penuh kehangatan, bukan di atas jembatan penyeberangan yang lantainya dingin dan kotor, serta dilewati oleh kaki-kaki orang yang lalu lalang, serta bahaya terjatuh dari jembatan. Ingin rasanya mengambil dan membawa mereka ke suatu tempat yang lebih layak. Tapi saya hanya melihat mereka dengan sudut mata saya sampai mereka tidak terlihat lagi. Dan merutuki diri karena hanya bisa menolong mereka melalui imajinasi saya saja.

Turun dari jembatan penyeberangan itu saya merasa rahang saya mengeras, membayangkan apa yang mereka alami sehari-hari di atas jembatan itu dan apa yang ada di benak mereka. Sementara itu saya melewati mal besar dan megah, dengan jendela besar dan memperlihatkan orang-orang yang sedang menikmati hidangan makan malam mereka yang terlihat lezat. Apa mereka tahu ada anak-anak kelaparan dan tidur di tempat yang tidak semestinya yang berjarak hanya beberapa meter dari tempat mereka duduk? Ah, kalau pun mereka tahu, mungkin mereka juga akan sama seperti saya, cuma bisa memandang dengan iba tanpa bisa berbuat apa-apa.

Mereka adalah sebagian kecil dari anak-anak kecil yang tidak seharusnya ada di jalanan. Masih banyak anak-anak lain di berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya yang harus menjalani kehidupan seperti itu. Rahang saya makin mengeras ketika saya teringat pasal di UUD 45 yang berbunyi “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Pajak yang kita bayar ke negara, bukankah seharusnya untuk memelihara mereka, memberi mereka perlindungan dan tempat yang layak? Kalau melihat kondisi seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Lapor ke mana agar mereka yang ‘berwenang’ dan lebih berkompeten mengurusnya? Bagaimana supaya semua anak-anak di Indonesia dilindungi hak-haknya?

Setiap kali melewati pemandangan seperti itu, saya cuma bisa menghela napas dan merasa berdosa karena tidak bisa menolong mereka. Saya cuma bisa mendoakan mereka… 😦

Advertisements

5 thoughts on “apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?

  1. Sya sering mnemukan yg sperti ini juga mba, dan smpet emosi juga ttg uud 45 yg tdk terealisasi, serta kmanakah duit pajak itu? Yg pasti jika mau mmbantu mereka, jgn kasih duit, tapi kasih jalan k mereka agar dpt hidup layak… Dgn mnginformasikan k badan2 panti asuhan, orang tua asuh, dlsbnya. Kalo mau mmberi, sbaiknya berikan baju, makanan, minuman atau lainnya yg mrupakan kbutuhan pokok mereka. Karena mereka sangat mmbutuhkannya

  2. greyskymorning said: pasal di UUD 45 yang berbunyi “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Pajak yang kita bayar ke negara, bukankah seharusnya untuk memelihara mereka, memberi mereka perlindungan dan tempat yang layak? Kalau melihat kondisi seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Lapor ke mana agar mereka yang ‘berwenang’ dan lebih berkompeten mengurusnya? Bagaimana supaya semua anak-anak di Indonesia dilindungi hak-haknya?

    bisa d mulai dr hal2 yg kecil aj dulu.. bisa apa ajaaa..doa ud psti.. trus sedekah, aktif di yayasan utk org2 gk mampu, ikutan baksos..small step sih.. tp kl dilakukan sama2.. hasilnya besaar..*jgn lupa doa in org2 yg menyalahgunakan hak org2 yg kurang beruntung itu..

  3. ini dia nih, dilema yang ga abis2 kalo ngeliat mereka. Kadang miris dan ga tahan terus mau ngasih duit… soalnya kadang ngasi baju gitu mereka malah ga mau loh, maunya duit aja. Tapi kalo dikasih duit, salah juga rasanya…Memang jalan terbaiknya sih ikut menyumbang lewat badan-badan formil/ yayasan. Lebih terjamin, dan… sudahlah ga usah terlalu rely on government. We govern ourselves. Hehehehe :p

  4. @all: iya serba salah ya,.. kalo kita beri uang, nanti disalah gunakan baik oleh mrk sendiri atau orang lain yg mengorganisir mrk. lagian ngasih uang ga mendidik, bisa abis begitu doang. saya maunya membawa mereka ke suatu tempat penampungan yg layak, biar mrk ga usah lagi ngemis2 di pinggir jalan tapi ttp mendapatkan hak mrk (hidup layak, pakaian, pendidikan, keterampilan, dll)udah banyak sih orang2 dermawan yang menolong hidup orang lain spt mrk dari yayasan2, kegiatan amal sosial, dan sejenisnya. tapi ternyata masih banyak pula yg ga tersentuh. di sisi lain yayasan sosial mendapat banyak sumbangan, donatur pun banyak, tapi kenapa masih ada yg berkeliaran di jalan2? rasanya kalo melihat situasi begitu, pengennya langsung bawa mereka pergi dari situ deh.. tapi ga tau ke mana… nanti malah disangka nyulik..

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s