Tentang Seorang Teman

Seorang teman saya mengidap kanker paru-paru, tapi dia bukan perokok. Sejak lahir ia menderita kelainan jantung dan asma, dan sejak tahun 2007 ia divonis kanker paru-paru. Dokter bilang ia tidak akan bertahan lama.

Tapi dokter bukan Tuhan. Dokter cuma bisa memprediksi dan belum tentu benar akan terjadi. Dia masih bertahan sampai sekarang, meski hari-hari yang dilaluinya kadang amat berat manakala penyakitnya sedang kambuh. Dada yang sesak seakan mau pecah, muntah darah, tubuh lemah ga kuat bangun, bahkan sampai koma beberapa hari. Namun dengan semangat hidup yang tinggi dan perhatian dari keluarga, teman, dan pacar, dia berhasil melewati masa-masa kritisnya. Namun bukan berarti perjuangan selesai sampai di situ, dia masih harus tetap waspada mana kala ia mendapat ‘serangan’.

Selain perjuangan langsung melawan kanker yang bercokol di tubuhnya, ia juga harus berjuang menghadapi cobaan yang lain. Mengeluarkan biaya yang ga sedikit utk pengobatan, terapi, dan operasi membuat ia dan keluarga ‘ terkuras habis-habisan’. Seakan belum cukup ‘habis’, cobaan demi cobaan terus datang; pacarnya meninggal, setelah itu ia mengalami kecelakaan hingga harus dirawat di RS selama beberapa hari, dan sekarang ia diberhentikan dari kantornya karena dianggap tidak produktif. Beruntung ia masih punya keahlian lain, dan berniat utk fokus menjalani usaha dari keahliannya itu.

Hidup tidak mungkin jauh lebih buruk dari ini, namun entahlah, siapa yang tahu…

“Kapasitas manusia menahan beban seperti bambu – jauh lebih fleksibel daripada yang kau perkirakan pertama kali. [Jodi Picoult – My Sister’s Keeper]”

Darinya saya belajar apa arti bersyukur setiap hari karena masih diberi kesempatan hidup satu hari lagi. Darinya saya belajar bagaimana harus ikhlas dengan apapun yg kita terima, karena datangnya dari Allah, dan memaknai setiap hal yg tidak mengenakkan itu adalah cobaan yang harus dinikmati bagaimanapun juga. Darinya rasa empati saya terhadap rasa sakit & penderitaan orang lain makin terasah dan makin peka. Dan yang paling utama adalah, darinya saya sadar bahwa cobaan yang saya alami ga ada apa2nya dibandingkan dengan cobaan2 yang menimpanya.

God bless you, Hoshi dear… always…

Advertisements

10 thoughts on “Tentang Seorang Teman

  1. o my God, it’s such an inspiring heartbreaking story ta… mengingatkan kita yang masih suka mengeluh dengan kehidupan kita yg cobaannya ga ada apa2nya dibanding dia ya 😐

  2. @all: thanks, thanks, thanks. yup, kisah ini bisa jadi inspirasi & pelajaran buat kita semua. gw sendiri juga masih suka ngeluh & komplen… tapi kalo inget temen gw ini, gw jadi merasa ga berhak utk ngeluh. karena apa yg gw keluhin, ga ada apa2nya dibanding apa yg dia alami.gw juga sampe terinspirasi utk bikin buku ttg dia (campuran antara kisah nyata & fiksi). baru sampe chapter 3 gw udah stuck 😛 hehe.. doakan saya semoga bisa menyelesaikan buku itu. demi Hoshi 🙂

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s