Jadi Pembicara? Bisa nggak, ya?

Kemarin saya dan 2 orang teman (1 sesama animator dan 1 scripter) dipanggil atasan dan kami didaulat untuk menjadi pembicara di sebuah seminar guru-guru SMP se-DKI Jakarta, berjumlah 60 orang guru dari berbagai disiplin ilmu, Selasa 16 Desember minggu depan. Yang harus kami lakukan adalah memberikan presentasi bagaimana proses pembuatan software pendidikan dari bahan mentah sampai menjadi tools yang siap pakai. Dasar tujuannya adalah agar mereka mendapatkan ilmu cara membuat modul pembelajaran yang menarik untuk kemudian nanti diharapkan mereka bisa membuat sendiri dan menerapkannya di kelas.

Bukan orang marketing yang biasa cuap-cuap yang diminta bicara di depan mereka, tetapi para praktisi yang terlibat langsung dalam proses kreatif. Karena nanti yang akan dipresentasikan adalah garis besar cara kerja kami mulai dari pembuatan script dan diskusi2 dengan para pakar, lalu proses eksekusi gambar, coloring, animating, dan programming dengan menggunakan beberapa program aplikasi, disertai sedikit demo cara menggunakan program2 tsb, sampai akhirnya animasi itu selesai dan siap digunakan.

Itulah sebabnya kami yang diutus menjadi pembicara. Tapi masalahnya, kami, terutama saya, tidak punya pengalaman memberikan presentasi! Jangankan berbicara di depan orang banyak dalam acara formal, atau mengajarkan ilmu yang saya punya kepada satu kelompok dengan serius (kalau teman saya si scripter memang kerja sambilan menjadi guru les fisika), saya kalau mengajarkan satu hal aja ke teman itu rasanya susah sekali. Bisa2 dia jedot-jedotin kepalanya ke meja 😛

Bukannya pelit ilmu, hanya saja saya bukan pengajar yang baik. Saya sering tidak tahu apa yang harus disampaikan, kalaupun akhirnya bicara, bicara saya terlalu cepat, sering sulit mengungkapkan apa yang ada di otak saya ke dalam kata-kata, sering tiba2 terdiam dan menggantungkan kalimat jika saya tidak bisa menemukan kata yang tepat utk diucapkan, lebih suka langsung menggerakkan mouse atau menekan shortcut jika ingin menunjukkan sesuatu tapi terkadang lupa bahwa mereka, yg minta diajarkan, ingin tahu langkah2nya secara perlahan sambil mengharapkan penjelasan secara verbal. Dalam kegiatan sehari-hari saja saya seperti itu. Bagaimana mungkin saya bisa jadi pembicara di sebuah seminar????

Para atasan maklum kalau kami sedikit agak panik mendapat tugas ini. Mereka tahu kami yang terlalu terbiasa berada di depan monitor pastinya akan kikuk bila berhadapan dengan orang banyak. Namun mereka bilang kami harus belajar melakukannya. Salah satu atasan yang punya jam terbang tinggi menjadi pembicara di depan publik memberi tips-tips dan contoh cara presentasi yang baik dan menarik.

Bagi saya ini PR yang lebih berat ketimbang harus membuat banner web yang musti selesai dalam 1-2 jam atau harus lembur di hari Sabtu sampai malam karena ada deadline. Tapi biarlah, tidak usah terlalu dipikirkan sekarang. Bagaimana nanti saja. Yang penting sekarang saya harus mempersiapkan materi presentasi dan demo-nya terlebih dahulu. Fufufu… 😀

Advertisements

21 thoughts on “Jadi Pembicara? Bisa nggak, ya?

  1. ta, fokusnya jangan ke “gue bisa nggak ya?”, “bakalan grogi nggak ya?” tapi ke “kesempatan membagi-bagikan ilmu nih”, membuka wawasan para guru pula…. perbuatan mulia lho =)prepare your best, come what may!

  2. siapkan dulu materinya, Ta. catat apa yang bakal kamu omongin, step by step, kalau perlu detail. itu yang jadi patokan kamu dalam presentasi.soal ‘guts’, coba latihan dulu didepan keluargamu… 😉

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s