teammate rese

Pernah mengalami harus kerja sama dg orang yang susah diajak kerja sama? Yang karena dirinya lebih tua dari kita sehingga dia merasa dirinya lebih tau segalanya. Yang kerjanya mau gampangnya aja supaya cepat selesai. Yang kalo ditegur soal kerjaannya dia selalu membela diri dengan menyalahkan orang lain. Yang kalo diminta perbaiki pekerjaannya atau tambahan pekerjaan (karena yang dikerjakannya kurang lengkap atau ternyata kurang sesuai dg apa yang dibutuhkan, otomatis kita minta dia bikin lagi yang lain) dia bersungut-sungut dan menunjukkan tampang tak senang – dan menyalahkan orang lain lagi.

Padahal kita semua adalah team mate. Yang sama-sama dikejar deadline yang sama. Yang harus kerja sama supaya semua kerjaan selesai tepat pada waktunya. Yang harus kerja dg teliti dan sempurna karena punya atasan yang perfeksionis. Yang harus selalu siap kena kritikan dan dimintai revisi. Yang harus bisa open mind kalo ada masukan atau teguran.

Masalahnya team mate yang satu itu sepertinya kurang open mind. Mungkin dia pikir kerja itu hanya mengerjakan apa yang tertulis pada skrip dan jadwal. Di luar itu bukan kerjaannya. Jika ada revisi atau penambahan, itu akan memberatkan pekerjaan dan menghabiskan waktunya. Padahal proses kreatif ga bisa seperti proses menulis surat perjanjian yang memang harus sesuai dengan template dan draft. Proses kreatif adalah proses menciptakan. Dan dalam proses itu, adalah sangat biasa jika ada sesuatu yang kurang sreg dilihat lalu kita ingin memperbaikinya. Bahkan seringkali kita memang harus memperbaikinya jika hal itu bersifat krusial.

Maklum aja, karena kita membuat sesuatu dari gambaran yang tertulis dalam skrip. Mengubah tulisan menjadi sesuatu yang berbentuk dan bergerak itu ga bisa saklek. Seringkali terjadi pengembangan dan perbaikan, bahkan perubahan. Untuk hal yang lebih baik, kenapa tidak? Kalaupun memang mau idealis, tetap harus ada kompromi dengan kebutuhan.

Sayangnya team mate yang satu itu sepertinya susah utk menerima hal itu. Kalau mau dibilang dia adalah orang yang idealis, sebenarnya nggak juga. Gambar yang dia buat hanya menuruti feeling-nya saja. Padahal pekerjaan kami membutuhkan rasio juga. Karena ini dunia pendidikan, mau tak mau harus disesuaikan dengan kenyataan dan kehidupan sehari-hari.

Celakanya, dia membawa pengaruh negatif ke pekerjaan orang lain, termasuk saya. Gambar-gambar yang dia buat kadang membuat saya senewen. Sdh beberapa kali saya harus mengedit atau memperbaikinya sendiri tanpa minta dia yang mengerjakannya. Karena saya tahu, dia akan pasang tampang bete dan bersungut-sungut jika berbicara dengan saya. Tapi kalau saya yang mengerjakannya, saya pun jadi bete karena yang harus diubah ternyata ga semudah yang saya bayangkan. Efeknya, hal itu membuat mood saya turun. Kerja jadi lama dan tampak tidak selesai-selesai. Saya benci situasi seperti itu.

Lihat pengaruh buruk yang dia tularkan kepada saya selain mood yang buruk. Saya jadi ikut-ikutan menyalahkan orang lain. Dalam hal ini saya menyalahkan dia yang mengakibatkan pekerjaan saya belum selesai ๐Ÿ˜›

Advertisements

27 thoughts on “teammate rese

  1. agusdidin said: pernah coba bicara sama ybs..?

    aga takut ybs ga bisa nerima, soalnya orangnya sensi.udah diomongin ke ibu manager sih… sapa tau ada solusi. kalo atasan yg ngomong kan mungkin dia lebih bisa nerima ketimbang teman sekerja yang usianya di bawah dia

  2. (*dipandang sebelah mata tuh ga enak ya?huaaah.. itaaa.. gue juga stres sama dia… bingung dah gue…. one of the reason why gue berlama2 di script.. karena gue harus secara detail menjelaskan ke dia secara terlulis…Arrrgghhhh

  3. verans said: btw, ga boleh yah kalo minta ganti orang? hehhehe..

    ahahahaha…. kalo sebelnya lagi membuncah, pengennya sih begitu :Ptapi jangan sampe ekstrim gitu ah… kasian juga… heheyaa kalo bisa diomongin, lebih enak diomongin aja sih…

  4. hmm pasti ada sih orang2 yg begitu… dulu ak pernah jg kerja dngn orang yg begitu… kasian sih kasian… tp kalo sudah memberatkan org lain dan pengaruh pd kerja tim ya mau ngga mau harus dibicarain juga…dulu sih temenku itu awalnya masih ga terlalu rese, lama2 keterlaluan sampai bikin team member yg lain kena semprot (padahal salahnya dia), akhirnya beberapa dr kami ngobrol ke team lead, trus dieskalasi ke manajer…. lalu dia diwarning..sudah diwarning, ehhhh dia begitu lagi…dan akhirnya diusirlah dia disuatu pagi ;(sedih memang sbg temen… tp it’s a job, men….

  5. ndull said: cari kerjaan baru aja neng.. *_^

    wah ga bisa begitu aja, jeng..gue ga ada masalah sama orang lama dan anak barudia aja tuh yang baru setaun kerja tapi udah bikin bbrp orang stres ngadepin dia ๐Ÿ˜›

  6. greyskymorning said: dia aja tuh yang baru setaun kerja tapi udah bikin bbrp orang stres ngadepin dia ๐Ÿ˜›

    Baru setaun ? udah setaun kalee… Kalo gitu, bikin demo ajah, kompakan minta dia keluar.. Mosok dah setaun ga bisa adaptasi juga !

  7. ndull said: didikan dari keluarganya tu neng… Dimanja, n apa-apa senengnya nyuruh, ga mandiri !

    yaa atau terbiasa di tempat kerjanya yang dulu bisa kerja sesukanya, ga ada yang ngawasin, ga ada QC, seenak jidatnya doang…*di sini mah QCnya berlapis2…

  8. greyskymorning said: Yang karena dirinya lebih tua dari kita sehingga dia merasa dirinya lebih tau segalanya. Yang kerjanya mau gampangnya aja supaya cepat selesai. Yang kalo ditegur soal kerjaannya dia selalu membela diri dengan menyalahkan orang lain. Yang kalo diminta perbaiki pekerjaannya atau tambahan pekerjaan (karena yang dikerjakannya kurang lengkap atau ternyata kurang sesuai dg apa yang dibutuhkan, otomatis kita minta dia bikin lagi yang lain) dia bersungut-sungut dan menunjukkan tampang tak senang – dan menyalahkan orang lain lagi.

    Aduh, aduh, I feel you dear! PERSIS banget sama kantor sehari-hari saya 3 bulan terakhir ini.Udah dicoba untuk ambil hatinya dengan bersikap respek, ngajak makan siang bareng, ngajak ngobrol, bahkan puja puji palsu pun sudah saya panjatkan – teteup, ndableg. ngeyel. ngelawan. anti-kooperatif sama orang yang lebih muda, lantaran doi sudah merasa cukup superior dan merasa orang-orang muda itu sok tau. padahal oh padahal, otaknya aja yang udah karatan, jadi revisi gampang doang kagak nembus-nembus masuk kepala diaaaaaa…. Pada dasarnya, dia bodoh dan malas. Cuman karena lebih tua, dipakailah tameng senioritas.maap, curhat colongan. tabah ya ๐Ÿ™‚

  9. noranxnoran said: doi sudah merasa cukup superior dan merasa orang-orang muda itu sok tau. padahal oh padahal, otaknya aja yang udah karatan

    ah yaa… di mana2 ada ya orang spt itu… susah diajak kompaknya kalo begitu… krn yg ada mrk selalu berpikir berbanding terbalik dg kita *sigh*hehe gpp, emang temanya lagi curhat soal ginian kok. postingan ini terbuka bagi siapa aja yg mau curcol atau curang (curhat terang2an ๐Ÿ˜› ) ttg temen kerjanya yg susah diajak kerjasama :)tabah juga ya, dear… ๐Ÿ™‚

  10. wah klo gue ama yunior malahyg dulu gue ajarin sekarang emang udah jago. tapi jatohnya songongini kali ya yg dirasakan orang tua yg anaknya suka melawan..ckk ckk ckk..oya satu lagigue pernah denger satu lirik lagunya CLUB 8″mengapa kita berubah menjadi orang (sifat), yang kita bilang gak bakalan kita menjadi dia (si orang dgn sifat buruk)”

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s