last kiss

taman itu terletak di tengah kota dan terbilang sangat luas. dengan sebuah tugu tinggi besar dihiasi lampu warna warni, pohon-pohon rindang di sekelilingnya, dan rumput hijau yang menghampar luas. Bangku-bangku taman berjejer dan tersebar di sepanjang pinggir jalan kecil, di bawah pohon, di bawah lampu, atau sudut-sudut taman dengan lampu taman yang menerangi beberapa tempat. namun dengan taman seluas itu, sinar lampu tidak terlalu menerangi seluruh area. Ada beberapa tempat yang remang temaram atau bahkan cenderung gelap.

malam sudah agak tinggi. namun hampir semua bangku taman masih terisi oleh pasangan. kami duduk di sebuah bangku taman yang menghadap ke tugu. pemandangan indah. beberapa meter di samping kiri, kanan, dan depan kami ada beberapa pasang muda mudi yang sedang asik bermesraan. sebentar kemudian kami pun ikut larut dalam suasana dan menjadi salah satu di antara mereka.

pasanganku mulai sibuk dengan ‘kerajinan tangannya’, namun aku tahan.
“kenapa?” tanyanya. sedikit agak gusar.
“nggak enak. banyak orang,” jawabku sambil memutar kepalaku ke sekeliling.
“halah mereka juga lagi sibuk sendiri. gak bakal ada yang perhatiin deh… lagipula sama-sama lagi pacaran ini… udah tau sama tau lah…”
“o, ya? yakin?”
“iya, sayang…” ia menutup mulutku agar tak banyak tanya lagi dengan bibirnya. kami pun saling mencumbu.

malam semakin tinggi dan kami semakin “panas”. rasanya tangan kami menjadi lima kali lipat lebih banyak.

“o, sayang… kamu bikin aku turn on nih… rasanya aku mau makan kamu…” bisiknya nakal.
“hehehe… aku juga jadi lapar nih… rasanya mau makan kamu juga…”
“hahaha… try me, babe…” dia menantangku.
“bener nih?” aku menghentakkan kemejanya hingga kancingnya terlepas. dia tertawa kegelian ketika aku mulai menjilati lehernya.

“kamu liar, sayang! hahaha! lanjutkan!” erangnya sambil menahan tawa. dia pun menggeliat kegelian.

lalu ia mulai meringis ketika aku mulai menggigitnya.

“sayang jangan pake gigi dong!”

aku tidak peduli. kubenamkan gigiku di lehernya.

“sayang apa yg kamu lakukan?”

aku semakin membenamkan gigiku dan mulai menghisap.

“hey stop it, bitch! u’re hurting me!”

dia berusaha melepaskan cengkeramanku. meronta-ronta dan mulai memukuli aku. tapi aku tidak bergeming. aku terus mereguk darahnya. tetes demi tetes. sampai akhirnya dia lemas. lunglai di tanganku.

aku melepaskannya.

dia pun jatuh ke tanah. dengan dua lubang bekas gigitan di lehernya dan wajah yang pucat karena kehabisan darah.

aku melompat ke dahan pohon di atasku. membersihkan sisa darah yg menempel di sudut bibirku dengan lidah. mengusap perutku yang kekenyangan sambil bersendawa.

Advertisements

29 thoughts on “last kiss

  1. nitasellya said: wooooaaaaa…. kamyu tak hisap darahnya sampe keing kerontang kan bok??? tetes darah terakhir itu racuunn!!

    nggak, sis. masih ada sekitar 5 ml lagi keknya. masih ada yg netes di leher kok sedikit…kapan kita hunting bareng, sis? >:)

  2. prazz said: hmmm.. i got the point there…cukup baca mpe alinea ke 4 aja lah… πŸ˜€ πŸ˜€

    emang itu style-nya ita bangeeettt. pasti ada drakula, kuntilanak, dan sebangsanya….

  3. @prazz: jangan sok tau terus deh prazz. jitak nih! :P@atiek: huehuehuehue@omhanif: sapa bilang tokohnya pake kacamata, om? :D@lia: hehehe… udah udah.. tau tuh iklan malu2in bangsa vampir ajah πŸ˜›

  4. @ari: hueuehueuheuhue… gotcha!!! :P@ria: huehuehue… nanti deh itu di cerita yg lain lagi. thx for the idea ;p@sophie: hihihihi…. harusnya elo lebih takut sama donce, soph πŸ˜› huahuahuahua@glanny: enak glen? mau nambah? πŸ˜›

  5. greyskymorning said: @prazz: jangan sok tau terus deh prazz. jitak nih! :P@atiek: huehuehuehue@omhanif: sapa bilang tokohnya pake kacamata, om? :D@lia: hehehe… udah udah.. tau tuh iklan malu2in bangsa vampir ajah πŸ˜›

    Oooo, ini cerita tohkirain, petilan diary

  6. Waaaaah Singa….. buas juga neeh.. kenapa ga sekalian di panggang terus pake saus tiram yang asemnya dah campur dikit dari keringat yang ada, acar bonteng & bawang yang aromanya ga jaoh beda ma ketek, sedikit cabai untuk menambah selera dan cita rasa.. xixixixi πŸ˜‰

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s