last nite kiss

semuanya hampir sempurna. kafe yg cozy dengan pencahayaan minim, live music yang menyanyikan lagu2 oldies romantis, sofa yg empuk dengan bantal2 nyaman, cake lezat, cappuccino nikmat, dan lelaki tampan di sebelahku yang tidak pernah sedetikpun melepaskan genggaman tangannya ke tanganku.

percakapan pun berkembang dari percakapan biasa sampai ke percakapan yang lebih pribadi. posisi duduk kami pun bertambah dekat dan lekat, sampai2 kami dapat mencium wangi parfum masing2. dan sampailah pada suatu saat kami hanya saling berpandangan, tidak ada lagi kata-kata yang muncul dari bibir kami, hanya mata yang berbicara. mata yang menghujam satu sama lain. dan gerakan tubuh yang berbicara lebih lugas daripada bahasa verbal.

secara bersamaan wajah kami mendekat dalam gerakan lambat. aku dapat merasakan nafasnya menggelitik sebagian wajahku. hmmm… wangi kopi.

jantungku berdegup kencang. wajah kami semakin mendekat. tiba-tiba aku teringat sesuatu. dengan panik aku menggerakkan kedua tanganku ke depan seakan menyuruhnya berhenti. dia pun berhenti, dengan posisi terakhirnya. musik pun berhenti, membuat suasana menjadi sepi. aku mundur sedikit dan melihat ke sekeliling. para pemain musik dan vokalisnya masih dalam posisi bermain musik dan bernyanyi, hanya saja tubuh mereka tidak bergerak sama sekali. begitu juga tamu-tamu yang lain dan pelayan2nya. aku seperti di tengah2 museum patung lilin. semua berhenti pada posisi terakhirnya. bahkan wine yang sedang dituang oleh seorang pelayan di salah satu meja pun tidak mengucur ke dalam gelas.

semua berhenti di tempat.

aku berdiri dari tempat dudukku sambil tersenyum memandangi wajah kencanku yang terlihat lucu dengan posisi seperti itu. kemudian aku berjalan ke toilet. di sana ada seorang wanita sedang mencuci tangannya. namun sama seperti orang-orang di luar, dia pun tidak bergerak. demikian juga air dari kran, membeku seperti es. aku berjalan santai ke arah westafel.

di depan kaca aku membuka mulut dan memeriksa sesuatu di deretan gigi gerahamku. seperti yang kuduga, ada sesuatu yang tersangkut di situ. kucungkil benda mungil itu dari sela-sela gigi dan berhasil mengambilnya. kuperhatikan bentuknya. ah, ternyata hanya serpihan kuku. tadi sebelum dia menjemputku, aku menunggunya sambil mengemil snack kesukaanku. baby fingers chips. yang biasa aku makan dengan saus darah segar dan sedikit cairan otak. aku tidak pernah bisa menolak hasrat ngemil makanan itu, bahkan ketika ia sudah berada di depan pintu aku masih menjilat lumuran saus darah yg bersisa di ujung bibirku.

aku memeriksa mulutku lagi. sudah bersih. tapi masih belum puas aku pun menyikat gigi. kran yang kupegang bisa mengalirkan air seperti biasa. setelah selesai dan yakin bahwa nafasku sudah segar dan tidak ada lagi sisa2 kuku atau tulang jari halus di sela2 gigiku, aku keluar dari toilet dan kembali ke tempat dudukku. setelah mengatur posisi seakan aku tidak pernah bergerak, aku menggerakkan tanganku lagi di udara.

musik kembali berbunyi. suara denting piring dan sendok kembali terdengar. juga suara langkah kaki pelayan dan obrolan tamu di meja masing2.

dan wajahnya, lebih tepatnya bibirnya, semakin dekat ke arahku…
dan kami pun berciuman. saling memagut.

“nafas kamu wangi sekali…” bisiknya mesra.

aku tersenyum. menyeringai.

Advertisements

58 thoughts on “last nite kiss

  1. originalshit said: ita…cukup donk menghayalnya…

    sepertinya… theme hari ini adalah bantai, racun meracun, dan kanibalisme bee.. btw, mana “hmmmm..” andalan elo itu. kok ga keluar. tumben.. πŸ˜€

  2. nitasellya said: astaga, Ita. kan udah dibilangin, kumur dulu pake mouthwash “Hell’s Gate”. Itu paling tokcer buat ngilangin bau-bau dan sisa-sisa.

    iya gue lupa, nit… besok2 gue bawa terus deh di dlm tas…

  3. prazz said: aaahh… cerita curhat yg dibalut dengan rasa fiksi…cerdas kali si ita ini menipu pembaca2nya…jadi di kafe mana semalam, ta?? πŸ˜‰ :D: D

    huahuahuahua… prazz & ke-sok-tau-an-nya *lol*

  4. fortheblossom said: Hihiihihi… ga ngerti…Dari ciuman kok tiba2 ada yang nyangkut disela2 gigi, lalu makan snack dengan saus darah. Aaah… aku ga ngerti, aku bukan penterjemah yang baik :).

    waaahh ada penganten baruuuu…huehuehue… kagok sama alur ceritanya yg bolak balik ya, de?hehe… ciri khas gue, bikin cerita alurnya bolak balik gitu…gpp kalo ga ngerti.. next time gue bikin cerita yg agak jelas dikit deh πŸ˜›

  5. markoping said: *nunggu spoilernya… kalo bisa pun lengkapnya di japrian… seperti AIMM*hihi

    huahuahua ga ada versi lengkapnya, rep. org gw lgsg ngetiknya di compose entry :pbtw AIMM ud hmpr setaun kelar, tp blm gw krm2 jg ke penerbit 😦

  6. greyskymorning said: hihihi… nyangkanya bacaan bokep ya? πŸ˜› huehuehue…

    hihihi… gw malah deg-degan krn its soo romantic scene.. and you know me lah… never thought it as a blue story..hihi…anyway.. kisah nyata gak nihhh???

say something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s